Mengenal Dollar Cost Averaging

Bagikan artikel ini!

Artikel ini disponsori oleh online course Income Mastery Academy. Pelajari lebih dalam mengenai perencanaan keuangan, investasi, dan asuransi dengan bergabung ke online course Income Mastery Academy.


Apakah Anda pernah mendengar istilah Dollar Cost Averaging (DCA)? DCA adalah sebuah strategi yang dapat Anda terapkan jika Anda melakukan investasi reksadana ataupun saham.

Apa Itu Dollar Cost Averaging?

DCA adalah sebuah strategi menyisihkan penghasilan Anda secara rutin dengan nominal yang sama secara berkala. Mengingat strategi ini dipopulerkan di Amerika, tidak heran jika namanya menggunakan kata-kata Dollar. Jika Anda terapkan di Indonesia, Anda dapat menggantinya menjadi Rupiah Cost Averaging.

Sebagai contoh, Anda memiliki alokasi dana investasi sebesar 12 juta Rupiah. Jika Anda menerapkan strategi cost averaging, Anda akan melakukan investasi secara bertahap dan “menabungnya” per bulan. Pada bulan pertama, Anda mengeluarkan Rp 1 juta, pada bulan kedua Rp 1 juta lagi. Anda lakukan hal ini selama 12 bulan sampai uang habis. Tujuannya, Anda akan mendapatkan harga pasar rata-rata tidak peduli apakah pasar sedang dalam kondisi naik ataupun turun.

Dalam jangka panjang, strategi cost averaging ini dapat mengurangi risiko pasar. Misalkan saja pada bulan kedua harga turun, Anda tentu bisa membeli lebih banyak saham/unit penyertaan reksadana dibandingkan bulan sebelumnya. Namun saat naik, nilai saham yang Anda miliki ikut naik walaupun besaran saham yang dibeli di bulan itu lebih sedikit dibandingkan bulan sebelumnya. Secara rata – rata, melakukan hal ini tetap akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Manfaat Dollar Cost Averaging

Jika Anda ingin tahu mengapa banyak orang menggunakan metode dollar cost averaging untuk investasi, mari bahas bersama manfaatnya berikut ini:

  • Sederhana konsepnya sehingga mudah dipahami para pemula

Banyak orang takut untuk mulai investasi saham atau reksadana karena berpikir harus mempelajari berbagai teknik analisa seperti analisa fundamendal maupun teknikal. Dengan menggunakan strategi DCA, siapapun dapat mulai investasi dan menghasilkan keuntungan besar dalam jangka panjang tanpa harus memusingkan berbagai teknik analisa yang rumit.

  • Tidak berat karena tidak dilakukan bertahap

Saat orang berbicara soal investasi, banyak orang takut akan modal awal yang besar. Dengan cara yang satu ini, Anda cukup melakukan investasi kecil per bulan. Walaupun kecil, jika dilakukan rutin, tentu hasil akhirnya akan besar. Beban melakukan investasi bertahap ini tentu lebih ringan dibandingkan investasi sekaligus (lumpsum).

  • Mengurangi risiko kerugian

Saat memasukkan investasi besar menjadi satu, saat saham itu jatuh, kerugian tentu akan lebih besar daripada saat investasi sedikit. Investasi cicilan dengan teknik ini juga bisa jadi cara mengurangi kerugian.


Pelajari lebih dalam mengenai perencanaan keuangan, investasi, dan asuransi dengan bergabung ke online course Income Mastery Academy.

Dapatkan promo spesial DISKON 50% untuk 100 pembeli pertama!



Bagikan artikel ini!
error: Alert: Content is protected !!