Reksadana: Solusi Investasi Zaman Now!

Banyak orang bilang kalau hidup itu cuma sekali dan harus dinikmati. Besok ya pikirin besok. Kalau kata anak-anak milenial zaman sekarang, “You Only Live Once” alias YOLO.

Padahal yang benar, kita ini hidup setiap hari, meninggal yang cuma sekali! Untuk itulah kita harus membuat perencanaan masa depan dengan menabung dan berinvestasi.

Bicara investasi, Anda mungkin sudah pernah mendengar berbagai jenis investasi seperti saham dan obligasi. Anda pun ingin mulai memanfaatkannya untuk investasi pribadi Anda. Masalahnya, Anda mungkin bingung dan bertanya-tanya, bagaimana ya cara membelinya, saham atau obligasi apa yang harus dibeli, bagaimana menganalisanya, modalnya berapa, kapan harus membeli, kapan harus menjual, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Anda tidak perlu bingung lagi karena sekarang sudah ada reksadana. Apa itu reksadana?

Saya sering membuat ilustrasi sederhana seperti ini. Misalkan Anda mau buka deposito. Umumnya, Anda harus punya dana minimal 10 juta Rupiah. Itupun pasti bunga yang diberikan adalah bunga terendah, katakanlah 5% per tahun dan belum dipotong pajak penghasilan. Di lain pihak, ada orang lain yang punya uang katakanlah 10 milyar Rupiah dan dia pergi ke bank yang sama. Pasti bank tersebut akan memberikan rate bunga yang lebih besar untuk orang yang uangnya lebih banyak, katakanlah 6,5% per tahun.

Makanya ada istilah “kaya semakin kaya, miskin semakin miskin!”

Eits jangan kecil hati dulu… kalau Anda kreatif sebetulnya bisa loh dengan modal yang kecil, Anda dapat persentase bunga yang sama besarnya seperti orang yang punya uang 10 milyar Rupiah tadi. Bagaimana caranya?

Gampang saja, Anda tinggal cari orang yang banyak sehingga terkumpul uang 10 milyar, lalu pergi ke bank yang sama, pasti Anda akan mendapatkan rate bunga yang besar juga. Setelah itu tinggal dibagi rata persentase bunganya. Sederhana kan?

Masalahnya… tidak mungkin Anda mengumpulkan uang orang sebanyak itu hingga terkumpul 10 Milyar karena itu ilegal kecuali kalau Anda punya izin khusus menghimpun dana dan belum tentu ada orang yang percaya mau menitipkan uangnya ke Anda.

Konsep reksadana sama seperti konsep yang baru saja saya ceritakan. Intinya… dana dari banyak orang dikumpulkan menjadi satu kesatuan baru kemudian dikelola dan dibelikan instrumen investasi tertentu oleh manajer investasi profesional.

Dana yang sudah terkumpul ini bisa saja ditempatkan di deposito sehingga pihak bank akan memberikan imbal hasil yang tinggi karena nominal dananya besar. Banyak orang berpikir bahwa reksadana adalah instrumen investasi berisiko tinggi yang isinya melulu adalah saham atau obligasi.

Padahal… kenyataannya tidak seperti itu. Bisa saja manajer investasi menempatkan reksadananya ke dalam deposito atau surat berharga jangka pendek lainnya. Reksadana seperti ini dikenal dengan nama reksadana pasar uang.

Kalau Anda sudah paham konsep ini, pastinya Anda jadi lebih memilih menaruh ‘uang nganggur’ Anda di reksadana pasar uang dibandingkan deposito karena selain returnnya yang lebih besar, Anda juga bisa ambil dana Anda sewaktu-waktu tanpa adanya penalti apapun. Ditambah lagi, keuntungan reksadana itu bukan objek pajak. Asyik kan?!

Jadi, ikuti terus artikel-artikel saya selanjutnya dan kita akan kupas tuntas segala hal yang perlu Anda tahu untuk mendapatkan keuntungan maksimal melalui reksadana.  😊

 

error: Alert: Content is protected !!