Tips Investasi Valas Untuk Anda Yang Pemula

Bagikan artikel ini!

Artikel ini disponsori oleh online course Income Mastery Academy. Pelajari lebih dalam mengenai perencanaan keuangan, investasi, dan asuransi dengan bergabung ke online course Income Mastery Academy.


Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan investasi yang satu ini. Investasi valas atau valuta asing menjadi jenis investasi yang cukup menggiurkan dan cocok untuk Anda yang masih pemula. Nah, kenali seluk beluk dari jenis investasi yang cukup menguntungkan ini.

Pilihan investasi valuta asing terbaik untuk pemula

Ada banyak jenis investasi valuta asing (valas) yang bisa Anda lakukan, seperti investasi tradisional, perdagangan kontrak dan masih banyak lagi. Dalam bahasa Inggrisnya, valas ini sering disebut juga sebagai investasi forex (foreign exchange). Bagi Anda yang pemula, investasi valas secara tradisional mungkin menjadi hal paling mudah. Investasi dilakukan dengan Anda membeli mata uang asing di bank atau money changer saat harga sedang rendah. Selanjutnya, saat harga tinggi Anda bisa menjualnya kembali. Dari situlah Anda mendapatkan keuntungan. Sangat sederhana bukan?

Jenis mata uang yang populer untuk diinvestasikan adalah USD. Namun, Poundsterling dan Euro juga sangat menjanjikan jika dilihat dari nilai tukarnya yang tinggi. Harga poundsterling bahkan lebih tinggi dibandingkan Euro yang menempati posisi kedua. Sedangkan Euro adalah mata uang yang cukup berpengaruh di dunia, sama halnya jika Anda melakukan investasi dollar AS. Jika memiliki modal yang cukup besar, kedua mata uang tersebut dapat menjadi investasi valas terbaik karena memang fluktuasi dan harga jualnya yang terbilang tinggi.

Kenali risiko investasinya

Pergerakan kurs adalah hal terpenting yang harus Anda cermati saat ingin investasi valuta asing. Kurs merupakan harga jual dan beli dari mata uang tersebut. Pergerakan kurs bisa dibilang cukup fluktuatif dan cepat sekali perubahannya. Maka dari itu, selalu perhatikan kapan waktu terbaik membelinya. Jika Anda membeli dollar saat Rupiah melemah tentu akan sangat berisiko. Selain harga beli yang mahal, keuntungan bisa saja tidak Anda dapatkan saat ingin menjualnya kembali di kemudian hari.

Risiko lain yang harus Anda hadapi adalah adanya campur tangan dari pemerintah negara asal mata uang yang sedang diperdagangkan di pasar valas. Misalnya bisa saja pemerintah melepas obligasi dan kemudian membeli valas secara besar – besaran. Selain itu, keterlibatan pihak bank sentral dari suatu negara juga dapat membuat suku bunga meningkat dan tentunya berpengaruh terhadap nilai tukar sebuah mata uang.

Aturan main investasi valuta asing

Investasi valuta asing dikatakan paling mudah. Anda hanya membeli dollar atau mata uang lainnya saat harga turun, kemudian menjualnya lagi saat harga naik. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin memulai investasi yang satu ini. Pertama, mata uang yang cacat akan berkurang nilainya. Biasanya bank memang tidak menerima uang yang tertekuk, lecet, berwarna kusam hingga sobek.

Untuk investasi valuta asing, jangan membeli di sembarangan tempat. Pilih tempat yang memang terpercaya, seperti institusi keuangan resmi atau bank. Pasalnya, kalau salah pilih, bisa saja Anda akan mendapatkan uang palsu. Jika tidak palsu, mungkin saja valuta asing yang Anda dapatkan dalam keadaan kurang bagus. Jadi kalau dijual lagi cukup merugikan.


Pelajari lebih dalam mengenai perencanaan keuangan, investasi, dan asuransi dengan bergabung ke online course Income Mastery Academy.

Dapatkan promo spesial DISKON 50% untuk 100 pembeli pertama!



Bagikan artikel ini!
error: Alert: Content is protected !!